Long Weekend – Solo & Jogyakarta


Wisata kuliner adalah perjalanan yang dulu sering kulakukan bersama teman-teman Agrami. Sayangnya setelah semua Agrami-ers hidup terpencar2, itu Cuma tinggal kenangan. Jangankan untuk traveling together, untuk kumpul kumpul saat lebaran aja, tidak semua anggota bisa datang, mengingat beberapa dari kami tinggal di Berlin, London, maupun Tokyo. Belum lagi kesibukan punya bayi lah, pekerjaan, dll.
Ketika Ats tiba2 bilang mau long week-end ke Jogya dan Solo untuk melihat perkampungan Batik Laweyan yang baru diresmikan Ny. Nina Akbar Tanjung, kontan saja ajakan itu ku iyakan. Bosan dengan hiruk pikuk Jakarta, kesempatan untuk menikmati makanan lezat menjadi alasanku untuk ikut, meski pesawat penuh. Terpaksa lah aku terbang ke Solo pagi2 buta, terpisah dengan Ats n QQ yang datang beberapa jam kemudian.

Dengan dijemput pemilik hotel Indah Palace Solo, kami langsung check-in sekitar jam 12 siang. Untuk ukuran bintang 3, hotelnya bagus, bersih, rapi, meskipun bukan international chain. Design dan furniture hotel yang diantaranya berisi meja consol dan guest chairs bermotif ukiran Jawa, menandakan selera pemiliknya yang punya cita rasa tinggi.
Oleh pemilik hotel, Yuli dan suaminya Harry, kemudian kami diajak keliling kota Solo dan menyicip soto daging di kawasan dekat hotel. Dari sana, kami diajak menyusuri gang-gang sempit PIK di areal kampung Laweyan, untuk melihat dari dekat proses pengolahan Batik. Yuli dan Pur tampak begitu dikenal oleh semua pengusaha batik disana. Kedatangan kami disambut dengan ramah. Kami juga diajak ke Gunawan Batik, dimana kualitas yang dihasilkan disana kebanyakan untuk Houte Cutuor, tailor-made. Gak kalah dengan batik Afif di Jogya, maupun Anne Avantie.
Sorenya kami diajak mampir ke rumah Yuli di Sidomukti. Dikelilingi tembok tinggi, areal seluas 3ha tampak sangat tertutup. Begitu gerbang terbuka, terlihat rumah dengan arsitektur kombinasi Jawa-kolonial Art Deco yang begitu megah di Jamannya. Dibangun hampir 2 abad lalu, rumah tersebut masih tampak kokoh dan berwibawa, menyiratkan strata sang pemilik. Kami diajak berkeliling rumah. Serasa pergi ke la Musee d’Louvre, tempat istana raja2 Perancis. Sampai capek aku keliling mulai dari teras, gues rooms, corridors, ruang2 para pembantu rumah, areal bekas pabrik dan mezzanine tempat menjemur batik, hingga ruang Graha Niekmat yang merupakan areal terpisah, dimana dulunya tempat ini sering digunakan sebagai persinggahan para petinggi Republik ini di Jaman Soekarno-Hatta. Semua perabot di rumah itu kuno seumur rumah itu, tapi tampak terawat. Pun, aku merasa merinding melewati kamar2 dan koridor dirumah tersebut. Dinding2 rumah berhiaskan foto2 usang petinggi di Jawa pada Jamannya. Tampak juga sertifikat yang menerangkan bahwa rumah tersebut merupakan salah satu cagar budaya Indonesia. Ternyata, mereka ini Crème de la Crème nya kota Solo! Wah, pantesan semua orang di Solo kenal mereka(
Kami menikmati the sore dan penganan di teras depan sambil menunggu hujan reda. Selepas maghrib, kami meluncur ke kawasan hotel untuk makan bebek goreng. Rasanya, wuiiih, tiada tara. Itu bebek terenak yang pernah aku nikmati.
Malamnya, kami dijemput lagi untuk makan nasi liwet. Kawasan ini pernah kukunjungi awal tahun kemarin, tapi kali ini warungnya lain. Nasi dan Ayamnya enak, gurih. Belum puas, kami diajak minum wedang jahe. Duh, gak salah deh recommendation pasangan ini. Semua enak2 dan lezat!
On the way back to the hotel, kami diajak keliling kota, ditunjuki bangunan2 historis kota, yang nota bene adalah milik keluarga besar mereka juga.:D

Esoknya, kami dijemput drivernya Atiek yang membawa kami ke Jogya. Berbekal serabi Notosuran, kami diantar Yuli sekalian mau diajak makan Trancam di daerah Klaten. Tempat makannya pinggir jalan Raya Klaten, tapi rasanya juga enak. Tak kalah dengan buatan pembantuku dirumah yang jaman aku kecil sering sekali bikin trancam.
Sampai di Merapi View, tempat kami bermalam di Jogya jam 13.00, kami langsung menuju Malioboro untuk beli oleh2. Malamnya kami makan di Omah Dhuwur (Kota Gede), yang menurutku sih over-rated. Tastenya amat biasa, ambience nya bagus, meski musiknya nggak cocok.. Harusnya mereka putar traditional music untuk tempat semacam itu, tapi yang diputar malah Budda Bar. Makanan di Jogya sudah terkontaminasi cita-rasa western. Kawasan Gejayen Cangkringan penuh dengan easy dining, lounge dan restoran up-market, mulai dari Gadjah Wong, hingga Breeze. Padahal dulu Jogya terkenal dengan makanan enaknya. Menurut pemain, pasar disana sudah jenuh, tapi tetep aja banyak resto yang buka, dasar orang Indonesia Cuma followers. Bukannya menciptakan konsep bagaimana supaya resto nya menarik pasar, dengan inovasi2 tertentu, hampir semua resto is just a simple eating-out place.
Pulang makan, ke alun2, menikmati pasar malam menyambut sekaten… hehehe Cuma di Jogya kami mau naik kereta keliling alun2 berbaur bersama rakyat Jogya.
Malamnya kami tidur ber-3. Menurut Atiek, kamar2 diatas cukup spooky karena rumah tersebut jarang dihuni dan hanya merupakan villa keluarga.

Pagi berikutnya kami langsung meluncur ke SGPC di UGM. Rasanya juga sudah tidak se-enak dulu. Sehingga kami putuskan untuk lunch di Dixie, yang rasanya pasti jelas.
Sambil ngobrol2 ngalor-ngidul ditemani Ahmad, manager Dixie, aku provokasi mereka supaya ngomong sama Rene n the owners untuk buka di Aceh. Pasar dijamin bagus lah.

Bosan dengan Jogya yang sudah kehilangan taste, pulang lunch kami istirahat aja. Sore kami makan bebek lagi di Solo..hehehe..jarak yang jauh tidak menyurutkan semangat untuk makan enak.
Exhausted with food experience, aku tidur agak sore, jam 11.
Selasa jam 5.30 pagi, kami sudah meninggalkan Merapi menuju kota yang akan menjebakkan kami kedalam rutinitas kerja. Paling tidak, liburan week-end ini mampu menghapus kerinduanku akan petualangan kuliner yang sudah lama tak kunikmati.

Advertisements

~ by rhyme de ma vie on April 11, 2006.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: