3rd Javajazz Event

Untuk ketiga kalinya, back-to back jazz event yang tiap tahun digelar Peter Gontha selama 7-9 Maret kemarin sepertinya makin sukses saja. Bayangin, selama 3 hari berturut-turut, selalu dipadati penonton walau banyak sekali ABGnya. Berhasil dapat tiket terusan (baca: GRATIS), menjadikan Javajazz tahun ini istimewa buatku.

Day-1. Sengaja datang awal, karena pengen lihat performance nya Matt Bianco. Eh, ternyata di pintu masuk terpampang pembatalan show dia. Agak kecewa juga sih karena informasinya datang agak telat. Untungnya penampilan the maestro Bluey dkk bersama Incognito memukau banget! Dilanjutkan dengan Ron King BB didampingi si cantik Rene Olstead. Apalagi ketika Summer time, What a difference a Day Make, Midnight of the oasis dinyanyikan, seakan ada gravitasi tersendiri yang membuat penonton tidak

beranjak dari main hall JHCC. I must admit, meski lebih banyak membawakan lagu2 penyanyi lain, si cantik ini memiliki suara yang jauh lebih keren dari the original singers. Dilanjut dengan duduk manis pada penampilan Franco D-Andrea Quartet (yang pembetot bass nya mengingatkanku pada seseorang). Jazz race malam ini ditutup dengan meng-ANTRI special show nya James Ingram di Plenary Hall..panjang bener, mak! Apalagi nonton dengan partner yang kurang tepat 😉 Jadilah lantunan mantra-mantra cinta seperti One hundred ways, somewhere out there, When you love someone, dan ….WHATEVER WE IMAGINE terasa agak2 kurang crunchy dihati.

Day-2. JHCC makin penuh..Nonton Dwiki dkk dengan konsep World Peace Project, acoustic piano dari Omar Sosa yang mampu meng hypnotized penonton, serta the catchy tone dari lantunan jazz fusionnya Jeff Kashiwa, yang ketika beraksi membawakan Blue Jeans terasa kental dengan jamaican wavenya juga impressive. Ada juga penampilan Ran (gak terlalu tau nih) di Exhibition hall juga cukup memukau. Meski gak nonton special show malam ini, gak rugi juga koq, karena menurutku, icon malam kedua ini adalah West Coast All Stars yang tampil dahsyat di Hall B.

Day-3. My fave show di hari terakhir hajatan jazz ini adalah Marc Antoine, D’Sound and of course again, Incognito+Maysa. Meski berkali-kali nonton shownya Incognito, selalu ketagihan. Terlebih pada Bluey dan polnya suara Maysa. Penampilan D’Sound kedua di event ini dengan hit-hit People are peope, Tattoo On My mind Talkin’ Talk juga prima. Apalagi when they sing

Do I need a Reason, the song clinging on my head since I met KP…

Sayangnya, sering kali show musisi bagus dan terkenal berlangsung hampir bersamaan di stage berbeda. Inilah alasan kebanyakan penikmat jazz akhirnya beli tiket terusan 3 hari.

Secara umum, event tahun ini sih lebih menarik dibanding 2007. Bukan karena lebih kental dengan nuansa jazznya (meski pop nya juga gak kalah banyak **grin**), tapi karena mutu penyanyi yang didatangkan juga lebih bagus dan lebih banyak, meski ada beberapa perubahan show mendadak yang kurang dikomunikasikan panitia.

Advertisements

~ by rhyme de ma vie on March 9, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: