Film Festivals for Movie goers

Bulan November ini buat saya adalah bulan penuh hiburan. Gimana enggak, sebut saja Rumah Pasir nya Teater Koma, lalu Onrop nya Joko Anwar semalam, mulai hari ini hingga 2 Desember mendatang, jadwal film INAFFF dan JIFFEST memenuhi agenda hiburan saya.
Meski jadwal padat merayap ditengah kesibukan one meeting to another bersama team scoping dari DC selama 2 minggu kedepan, hampir setiap hari saya isi dengan agenda nonton. So far, jadwal yang sudah saya secure untuk INAFF:
17 November @21.30 RAMMBOCK;
18 November @21.45 CORRIDOR;
19 November @19.30 The Disappearance of Alice Creed
20 November @21.30 THE GIRL WHO PLAYED WITH FIRE
21 November @19.30 closing film INAFFF (The Girl who kicked the Hornet’s Nest)

Ok, 5 keliatan sedikit untuk banyak orang. Tapi buat saya, itu banyak, mengingat saya bukan penggemar film horror or suspense. Sementara utk trilogy nya Stieg Larsson memang on my menu. Be it on the festival or normal show.

Disamping INAFFF, masih ada festival tahunan lain, JIFFEST yang berisikan film-film seantero dunia. Tanpa terasa, Jiffest yang tadinya nyaris absen tahun ini sudah melenggang selama 12 tahun di Jakarta. Masih berbekas dalam memori saya, pertama nonton Jiffest thn 1999, dibuka dengan film Sentral Station sebuah epic of a late mother of a boy in search of finding her missing husband. It was a very touchy film which made me cry. Seingat saya, selain Sentral Station dulu nonton Kuldesak, La Crise, Shall We Dance, Good Will Hunting, Jalan Raya Pos, Daun Diatas Bantal, My Last Man dan beberapa yg judulnya saya lupa. Saat itu Jiffest main di 2 tempat, TIM dan Pusat Perfilman Usmar Ismail Kuningan. Jadilah kami, para movie goers marathon dari TIM ke kuningan vv demi mengejar film2 favourites. Dulu sih masih kuat movies marathon setiap hari, pesen tiket didaerah Minangkabau jauh hari sebelumnya. All those hassles demi film bagus.
Saya melewatkan beberapa Jiffest event, thn 2000-2001 (masa2 kuliah di Berlin), dan 2005 (bertugas di aceh) serta Jiffest 2009 (bertugas di Padang).
Film paling berkesan di Jiffest 2002 adalah No Man’s Land dan Monsoon Wedding. Tahun2 selanjutnya kualitas film semakin bagus, juga pemilihan tempat pertunjukannya. Sementara tahun 2003 saya hanya sempat nonton 3 film, Osama salah satunya.
Sempat absen juga tahun 2007 karena patah hati hehe..tapi syukurlah, langganan DVD di Ambassador punya koleksi beberapa film Atonement, Across the Universe, No Country for Old Men dan A Mighty Heart.
Untuk tiket JIFFEST tahun ini belum bisa dipesan hingga besok..semoga ada yang berbaik hati ngasih tiket… Sementara wishlist sudah disusun:

  1. The Tiger Factory – Japan/Sin, official selection Cannes 2010 (26 Nov 2010 @ 19.30) – Blitz
  2. Son of Babylon (30 nov 2010 @ 19.15) – Blitz
  3. Storm in my Heart (29 Nov 2010 @ 19.15) – Blitz
  4. Bhutto, nominated winner (Documentary) Sundance 2010 (29 Nov 2010 @ 21.45) – Blitz
  5. Armadillo, Best documentary London Film Festival, Grand Prix Critic Week Cannes
  6. Honey
  7. Scott’s Pilgrim vs the World
  8.  When we Leave
  9. Biutiful
Advertisements

~ by rhyme de ma vie on November 17, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: