Solo Batik Carnival IV – 2011

Solo kota batik, wajar bila warga kota Solo mengklaimnya demikian, mengingat usaha pemda dan masyarakat untuk mengusung batik sebagai ciri khasnya. Sebut saja kampung Laweyan, dimana dengan mudah kita temui penggiat ekonomi rakyat yang menjual ataupun memproduksi ragam batik, atau Kauman, lokasi yang seyogyanya merupakan pusat dagang beragam kebutuhan religi telah berubah menjadi lokasi batik, maupun pasar Klewer untuk kelas grosir batik.

This slideshow requires JavaScript.

Hari sabtu 25 Juni 2011, Solo mendadak menjadi kota macet karena kebanjiran wisatawan dari berbagai kota sekitarnya termasuk Jakarta. Malam itu, kota Solo kembali menggelar karnaval jalanan tahunan yang dikenal dengan Solo Batik Carnival. Agak bingung juga sih, kenapa nama festivalnya musti pakai boso enggeres, mungkin memang tujuannya supaya penamaan ini bisa digaungkan international.

Eniwei, karnaval yang telah diselenggarakan selama 4 kali ini mengemas 4 tema legenda rakyat yang sangat dikenal masyarakat Jawa: Ande-ande Lumut, Roro Jonggrang, Ratu Kencana Wungu, dan Ratu Pantai Selatan. Puteri Indonesia 2010, dan beberapa finalisnya juga berpartisipasi dalam pesta jalanan ini. Bahkan Pak Walikota dan wakilnya pun turut berkostum dan berjalan bersama peserta lainnya. Lebih dari 320 kostum batik yang sengaja dirancang dengan mewah, lengkap dengan aksesoris wajah (btw, make-up nya pakai seri panggung dari Mustika Ratu loh, bukan Kanebo ataupun Mac) dan hiasan kepala aneka bentuk berlangsung meriah dihadiri ribuan penonton yang memadati badan jalan sepanjang 4 km mulai dari kawasan Purwosari – Slamet Riyadi hingga balai kota.

Berbeda dengan pelaksanaan karnaval yang sejak 3 tahun lalu selalu diselenggarakan di sore hari, tahun ini SBC IV diselenggarakan mulai pukul 19.00 (meskipun ngaret) dengan beberapa buah panggung tamu VIP dibeberapa titik. Kemeriahan dan gemerlap warna-warni yang disuguhkan para peserta parade bertema batik sepertinya ingin menyejajarkan diri dengan Rio Carnival, meskipun sepertinya tidak mungkin. Namun semangat yang ditunjukkan patut diacungi jempol.

Dari pesta jalanan tersebut ada beberapa catatan yang semestinya tidak terulang dan ditingkatkan di tahun-tahun depan, diantaranya adalah (1) kurangsigapnya panitia dalam mengatur massa yang tumpah ruah kejalan sehingga menggangu gerak peserta karnaval, hal ini membuat atraksi tarian yang dibawakan terasa kurang ‘nyawa’ melihat kelelahan yang tampak dari wajah-wajah ayu putrid-putri Solo, meskipun mereka berusaha tetap melempar senyum pada penonton, (2) fotografer narsis (pura-pura motret, padahal Cuma mau mejeng dengan peserta parade dan posing like “I was here”), (3) tidak adanya batas antara podium VIP dengan kerumunan penonton di jalan dimana massa dengan mudah naik ke podium sehingga membuat tidak nyaman tamu-tamu yang sudah rela membayar tiket demi mendapatkan posisi yang nyaman untuk menonton karnaval, mengingat panjangnya jarak antara titik awal hingga panggung terakhir parade ini , (4) akan lebih menghibur bila panitia menyiarkan secara live pergerakan parade disetiap titik, ketimbang penonton disuguhi tayang ulang (yang diulang hingga berulang2) karnaval tahun lalu. Sampai-sampai saya sendiri hapal narasi yang dibawakan MC :D.

Yang menarik dari acara ini adalah, biaya kostum kreatif tersebut merupakan kontribusi pribadi peserta karnaval. Menurut Gunawan (designer batik), untuk 1 kostum bisa menghabiskan 750ribu-1 juta. Bisa dihitung, berapa biaya pesta yang memakan waktu 3 jam ini. Dengan mengemas SBC lebih rapid an tertib, semestinya Solo mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun manca negara sekaligus mengedepankan kreasi kreatif seniman batik kota ini.

Terlepas dari segala kekurangan itu, salut untuk masyarakat Solo dan Pak Jokowi yang telah membuat Solo benar-benar berbeda dari kota lain di Jawa. Dan terus terang, karnaval ini jauh lebih bagus ketimbang karnaval 17 agustusan yang rutin dilakukan di Jakarta, paling tidak, dari sisi kreatifitas dan kemeriahannya. So, mark your calendar, tahun depan jangan jangan lewatkan kesempatan ini, book early -the hotel, the podium. You won’t regret it.

Advertisements

~ by rhyme de ma vie on June 26, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: